Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah di wilayahnya, rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada Selasa (20/01).
Kegiatan bertajuk "Pengembangan SDM Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat" ini bertujuan untuk mempelajari sistem manajemen sampah mandiri yang telah sukses diterapkan oleh Pemerintah Desa Randupitu melalui kolaborasi dengan kelompok masyarakat setempat.
Acara dimulai dengan sesi pemaparan di Balai Desa Randupitu. Dalam sambutannya, perwakilan dari Desa Randupitu menjelaskan bagaimana edukasi dan keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan program pengolahan sampah. Teknologi yang digunakan bukan hanya soal mesin, melainkan pembentukan ekosistem di mana sampah dapat dipilah dan diolah menjadi nilai ekonomis.
Rombongan dari Kabupaten Sampang tampak antusias menyimak presentasi, terutama terkait model bisnis BUMDes yang menaungi unit pengolahan sampah tersebut.
Setelah sesi diskusi, rombongan beranjak menuju lokasi pengolahan sampah (TPS3R) yang dikelola oleh komunitas PEMPES (Pemuda Peduli Sampah). Di sana, para peserta studi banding melihat langsung:
* Proses pemilahan sampah organik dan anorganik.
* Operasional mesin pengolah sampah terintegrasi.
* Hasil akhir pengolahan yang siap didistribusikan atau dijual kembali.
Melalui studi banding ini, DPRD dan DLH Kabupaten Sampang berharap dapat mengadopsi skema serupa untuk diterapkan di Kabupaten Sampang. Fokus utamanya adalah mengubah paradigma masyarakat agar tidak lagi melihat sampah sebagai beban, melainkan potensi yang bisa dikelola secara mandiri demi kebersihan lingkungan dan peningkatan ekonomi desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kerja sama antar daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan
.jpeg)

إرسال تعليق